Sabtu, 31 Oktober 2020

Sandal Jepit di Musim Hujan

 

Menikmati malam Minggu, sambil duduk di teras rumah. Lebih menyenangkan lagi, sambil menikmati suasana gerimis romantis. Musim hujan telah tiba, akhir Oktober 2020, kotaku Sidoarjo telah resmi memasuki musim penghujan. Saat cuaca panas, rindu cuaca dingin. Saat santai, rindu sibuk. Saat musim kemarau, rindu musim hujan. Saat musim hujan telah tiba, rindu musim kemarau. Ah…itulah manusia, akan selalu rindu.

Musim hujan identik dengan genangan air, bahkan banjir. Sudah saatnya kembali untuk bernostalgia dengan: payung, jas hujan, jaket, dan tak lupa sandal jepit kesayangan. Sandal yang sangat fenomenal, trendi, dan fleksibel untuk digunakan. Masyarakat Indonesia, tentu tidak asing dengan sandal jepit.

Indahnya Pesona Zona Warna-warni Tabebuya

"Belajar dari pohon dan indahnya bunga tabebuya, setiap insan pasti mempunyai talenta dan kebaikan yang berguna bagi sesama."

    Masih menyusuri jalanan padat merayap membelah dua kota: Sidoarjo-Surabaya, membuat nuansa pagi dan sore hari ku semakin asik. Khususnya ketika ku sempatkan melirik sisi sebelah kiri dan kanan, sambil melaju di atas sepeda motor yang usianya sudah 13 tahun.

    Cobalah, buktikan sendiri sensasinya, merasakan pengalaman langsung, dan penuh warna-warni semangat menyambut HUT RI ke 75. Buktikan, mengapa para pengguna jalan tergoda untuk mengarahkan pandangannya ke sebelah kiri dan kanan sepanjang jalan A. Yani, ada apa gerangan disana? Ada banyak warna disana, namun bukan bendera, bukan juga lampu hias, bukan juga deretan warna sepeda.

    Jalanan antara dua kota: Sidoarjo dan Surabaya, menggoda untuk mengajak berpetualang mata. Membuat sepasang mata kaum Hawa melirik manja. Berbisik mesra, meminta kepada sang Adam untuk berhenti sebentar. Membuat sang Adam bimbang dan berbisik dalam hati "gas ko rem? (gas atau rem). Tetap bergegas berangkat kerja, atau berhenti sejenak untuk selfie. Sekarang kita sedang di Jepang kah? Kok banyak bunga Sakura bermekaran?

Jumat, 30 Oktober 2020

Guru Bukan Youtuber Toxic

 


Aktivitas recording video (Dokpri)

       "Kecakapan-kecakapan di era digital sudah seharusnya untuk dimiliki oleh para guru sebagai youtuber pemula: membuat channel YouTube, membuat konsep content, konsisten membuat content, editing video, koneksi dengan content creator lain, aktif membagikan channel YouTube ke sosial media."
        Menarik untuk diulas, sebagaimana diberitakan bahwa salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia melakukan gugatan judicial review terhadap Pasal 1 ayat 2 Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002, tentang Penyiaran ke Mahkamah Konstitusi. Gugatan yang katanya jika terkabul, maka akan mengakibatkan ruang ekspresi warganet yang berbentuk video bakal dianggap tidak sah untuk diunggah di media sosial, karena dianggap melanggar Undang-Undang Penyiaran.

        Dalam pelaksanaan PJJ pada masa darurat pandemi Covid-19 bidang pendidikan memang "sedikit" agak bingung. Bingung secara vertikal maupun secara horisontal. Jika dibuat dalam diagram Venn, maka posisi guru saat ini berada dalam zona irisan bingung antara vertikal dan horisontal. Bingung antara kebijakan dan penerapannya di lapangan. Bingung antara harapan dan kenyataan. Kebetulan saya paling senang dan sedikit hafal dengan diagram Venn, karena yang paling mudah. Kebetulan juga orang tua dan istri saya guru Matematika. Saya sendiri guru Agama, lalu apa ya hubungannya? Nah...pasti sedikit bingung.

Banzai Bonsaiku dan Makna Merawat Kehidupan


(Foto: Dokumen Pribadi)

 Hidup kita juga harus memiliki pondasi yang kokoh dan sekuat batu karang, sehingga kita akan kuat menghadapi tantangan dan masalah. 

Kembali bernostalgia ke masa-masa SMA, masa yang paling indah, katanya. Sekitar 20 tahun lalu, bagi kami para remaja yang tinggal dan besar di alam pedesaan, pulau Andalas (Sumatra), menjadi sebuah kebanggaan bisa menanam dan mengusahakan sendiri tanaman bonsai, antara lain: bonsai kelapa, bonsai beringin, bonsai asem, dll.

Mengapa dahulu kami menanam dan mengusahakan sendiri untuk berkreasi dengan aneka tanaman bonsai?

Kamis, 29 Oktober 2020

Langkah Extraordinary Guru Dalam KBM Online Tahun Pelajaran Baru 2020-2021

 


Penulis adalah Guru Pend. Agama Katolik & BP di SMPK St. Stanislaus 2, Surabaya. Lahir di Rejo Asri (Lampung Tengah), 25 Juli 1982. Menempuh S1 di Institut Pastoral-IPI Malang (2005), jurusan Katekese Pastoral. Menyelesaikan S2 di program Pascasarjana Widya Mandala Surabaya (2019), program studi Magister Manajemen (MM).

 

”Maka saat ini, para guru dituntut/dipaksa untuk keluar dari zona nyaman, meninggalkan gaya mengajar yang lama, menjadi sosok yang kreatif, dan inovatif dalam melaksanakan KMB online.”

Horeee, libur tlah usai…

Proses belajar mengajar tahun pelajaran baru 2020/2021 sudah dimulai dan sudah berjalan beberapa hari. Dalam hal ini saya akan sedikit berkisah, bagaimana situasi dan kondisi pelaksanaan KBM online, atau PJJ, dan bisa disebut juga BDR.

https://www.kompasiana.com/arfito/5f1b241ad541df342749d452/guru-ajarlah-murid-muridku

"BETIK vs mBETIK"

"BETIK vs mBETIK" Sebuah refleksi, perjalanan dan proses hidup. Pengalaman masa kecil, dan pengalaman perjalanan bersama.  (Ilustr...