Penulis adalah Guru
Pend. Agama Katolik & BP di SMPK St. Stanislaus 2,
Surabaya. Lahir di Rejo Asri (Lampung Tengah), 25 Juli 1982. Menempuh S1 di
Institut Pastoral-IPI Malang (2005), jurusan Katekese Pastoral. Menyelesaikan
S2 di program Pascasarjana Widya Mandala Surabaya (2019), program studi
Magister Manajemen (MM).
”Maka saat ini, para guru dituntut/dipaksa untuk keluar dari zona nyaman, meninggalkan gaya mengajar yang lama, menjadi sosok yang kreatif, dan inovatif dalam melaksanakan KMB online.”
Horeee, libur tlah usai…
Proses belajar mengajar tahun pelajaran baru 2020/2021 sudah dimulai dan sudah berjalan beberapa hari. Dalam hal ini saya akan sedikit berkisah, bagaimana situasi dan kondisi pelaksanaan KBM online, atau PJJ, dan bisa disebut juga BDR.
LOS
(Layanan Orientasi Siswa)
Tahun pelajaran baru di tingkat sekolah
menengah, pasti akan diawali dengan kegiatan LOS (Layanan Orientasi Siswa).
Kegiatan yang sangat menyenangkan bagi para siswa baru, dalam rangka pengenalan
lingkungan sekolah, sebelum dimulainya kegiatan KBM. Namun kondisi saat ini,
masih memaksa sekolah untuk melaksanakan kegiatan ini secara online. Sekolah
harus bergerak cepat, dengan segala keterbatasannya agar kegiatan ini dapat
berjalan dengan baik, meskipun dalam kondisi new normal, dan secara online.
”Terima Kasih, Sudah Melayani Kami Meskipun
Secara Online.” Ungkapan dari hati oleh beberapa siswa kelas VII SMP, kalimat
ini cukup menggetarkan hati penulis, yang sekaligus sebagai wali kelas VII.
Ungkapan penuh kesadaran bahwa saat ini sekolah dalam kondisi khusus, namun
para siswa masih tetap mengucapkan terima kasih, karena sudah melaksanakan
kegiatan LOS (melalui google meet, youtube, dll).
Terima kasih kembali, karena para siswa
sungguh memahami hal ini. Terima kasih kepada para orang tua/wali yang sudah
mempercayaan putra dan putrinya untuk belajar Bersama kami.
Bekal
Bagi Guru
Jujur saja, jika pandemi Covid-19 ini
tidak mewabah, maka mindset guru mungkin agak sulit berubah, (mungkin lho). Maka
saat ini, para guru dituntut/dipaksa untuk keluar dari zona nyaman, meninggalkan
gaya mengajar yang lama, menjadi sosok yang kreatif, dan inovatif dalam
menghadapi KMB online atau PJJ. Membuat RPP 1 halaman yang kontekstual (tidak
hanya copy paste), RPP yang sesuai dengan kondisi saat ini, dimana para siswa
harus belajar dari rumah (BDR). Jangan hanya sebagai syarat administrasi:
pokoknya ada dan lengkap. Maka benar adanya, jika seseorang berada dalam suatu
masalah, maka ia akan menjadi lebih kreatif untuk beraksi. Demikian juga para
guru saat ini, harus lebih kreatif dalam mencari solusi dalam KBM online, baik
secara pribadi dan secara tim kerja.
Demikian juga bagi orang tua di rumah,
pasti saat ini memiliki pengalaman-pengalaman baru mencari solusi dalam
pendampingan belajar siswa di rumah. Berkolaborasi dengan para guru di sekolah
untuk mendampingi siswa dalam belajar.
Memasuki tahun pelajaran baru ini, sebagai
guru saya katakan bahwa pemberian bekal bagi guru untuk melaksakan KBM online
masih belum maksimal. Ibarat seorang anak yang diberi bekal makanan ketika akan
sekolah, pasti akan merasa senang dan nyaman. Ibarat tentara yang akan menuju
medan perang, jika dibekali dengan pelatihan dan senjata yang cukup pasti
bersemangat dan penuh semangat. Demikian juga bagi para guru, untuk
melaksanakan KBM online ini, jika bekal mereka cukup pasti siap. Namun
kenyataannya, para guru kurang mendapat perhatian, harus berusaha mencari bekal
sendiri untuk melaksanakan KBM online, yang akan segera dimulai.
Bekal
Pelatihan KBM Online
Setelah diputuskan bahwa daerah-daerah
yang masih berada pada zona bahaya penyebaran virus Covid-19 harus
melaksanaakan KBM secara online/daring pada tahun pelajaran baru 2020-2021.
Maka seharusnya langkah-langkah cepat harus dilaksanakan untuk memberikan bekal
pelatihan bagi guru. Diimbangi dengan inisiatif dari para guru sendiri untuk
mau belajar bagaimana cara, metode, media terbaik untuk bisa memberikan materi
pelajaran secara online yang lebih menarik, berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Mungkin saja, materi yang sudah dianggap
baik disampaikan secara online oleh para guru, belum tentu sesuai dengan
kondisi para siswa yang sedang belajar dari rumah. Karena tantangan belajar
siswa di rumah juga banyak (mengantuk, bosan, malas, internet lemot, dsb).
Kenyataan,
bekal bagi guru untuk melaksanakan KMB online pada tahun pelajaran baru ini
masih dianggap kurang maksimal. Guru sendiri juga masih bingung dengan banyak
hal: RPP 1 lembar, laptop dan HP yang kurang maksimal, internet yang terbatas,
sampai-sampai mengajar di warung kopi demi internet gratis menjadi trend baru.
Menghadapi kondisi saat ini, para guru
dituntut lebih aktif untuk saling belajar dan berbagi ilmu, media.
Memaksimalkan fungsi KKG, dan MGMP untuk saling belajar satu dengan yang lain
adalah salah satu cara untuk mencari solusi. Sayangnya, respon dari guru sangat
kurang. Aktivitas diskusi di group whatsapp kurang maksimal, sebagai sarana
komunikasi dan saling berbagi ide. Pertanyaan yang muncul di benak saya
“rekan-rekan guru ini, sudah siap dengan materi dan media KBM online sehingga
tenang-tenang saja, atau malah sebaliknya masih tetap bingung dengan media KBM
online.
Baru-baru ini penulis mencoba membagikan media
pelajaran online yang sudah diunggah di youtube ke group whatsapp MGMP, sekedar
untuk memancing dan mengajak rekan-rekan guru agar mau berbagi dan sharing kreatifitas
media KBM online. Tujuannya satu, mengajak para guru untuk saling berbagi ilmu,
bukan cuma copy paste file, saling berdiskusi siapa tahu ada rekan guru yang
masih kesulitan dalam hal media. Hasilnya, respon untuk saling berdiskusi dan
berbagi ide-ide kreatif masih kurang.
Cara lain yang bisa dilakukan oleh para
guru dalam mencari bekal adalah dengan mengikuti webinar, belajar dari
sumber-sumber lain (youtube, dll). Intinya guru harus mau dan jangan malu untuk
belajar. Sehingga semakin memperkaya dan menambah wawasan para guru, dalam
melaksanakan KBM online saat ini.
Bekal
Semangat dan Sikap Percaya Diri
Mengajar di depan kelas bersama para siswa
(luring), tentunya tidak lagi menjadi masalah bagi para guru. Namun saat ini,
dalam situasi khusus ini para guru harus mengajar di dalam ruang kelas kosong,
atau di dalam satu ruangan kosong. Guru harus mengajar secara online, berbicara
sendiri melalui berbagai aplikasi (google meet, zoom, video whatsapp group,
dll), sementara para siswa berada di rumah, dan hanya muncul di layer
HP/laptop/komputer. Kadangkala siswa juga masih malu-malu untuk diajak belajar
online, sehingga yang terjadi malah videonya dinonaktifkan, sehingga yang
muncul dan diajak bicara guru hanya emoticon lucu.
Dibutuhkan bekal semangat, keterampilan,
dan sikap percaya diri bagi guru dalam melaksanakan KBM online. Guru harus
mempersiapkan materi dan media, menjadi operator, dan harus berbicara di depan
layar HP/laptop/komputer. Jika tidak punya bekal public speaking, maka situasi
KBM online pasti akan boring. Bisa-bisa sebagian besar siswa akan mematikan
videonya dan sambil tiduran mendengarkan suara guru yang sedang menjelaskan
materi. Perlu guru sadari bahwa murid jaman now (generasi millennial) memiliki
10 ciri, antara lain (no gadget no life, suka dengan yang serba cepat
dan instan, multitasking).
Tantangan bagi guru dalam KBM online
adalah gadget, jangan sampai siswa lebih memilih bermain games online sambil
mendengarkan materi guru. Guru menjelaskan materi dengan bertele-tele, sehingga
siswa merasa bosan dan menghabiskan kuota. Guru juga harus belajar untuk
menjadi multitasking pada satu kesempatan bisa: mengajar, berbicara, menjadi
operator KBM online secara bersamaan.
Semuanya itu harus ditunjang dengan adanya
keterampilan, semangat belajar, dan sikap percaya diri dari guru. Jangan sampai
guru malah bingung sendiri, ketika harus melaksanakan KBM online, karena
bingung lalu keluar keringat dingin, akhirnya proses KBM atau interaksi dengan
siswa menjadi tidak hidup dan menarik.
Guru
= Dalang (Jangan Kehabisan Akal)
Guru adalah sosok ”dalang” dalam
pelaksanaan KBM online. Dalam pertunjukan wayang kulit, sosok dalang sangat
menentukan sukses tidaknya sebuah pertunjukan wayang. Selain juga ditentukan
oleh banyak faktor lain (pemain karawitan, sound sistem, sinden, dll). Sosok
dalang harus memahami cerita (lakon) yang dibawakan, punya ciri khas sebagai
dalang. Jangan lupa juga bahwa sosok dalang harus juga dilayani agar bisa
menampilkan pertunjukan wayang dengan baik dan lancar (ada yang membantu
menyiapkan tokoh-tokoh wayang, ada yang menyiapkan minum dan makanan, dll).
Bahkan sosok dalang harus kuat menahan diri untuk tidak ke toilet saat dan
selama pertunjukan wayang.
Demikian juga dengan guru, adalah ”dalang”
untuk menyampaikan materi bagi para siswa. Guru memiliki peran sentral, dibantu
dengan berbagi faktor pendukung yang lain, agar KBM online dapat berjalan
dengan baik. Guru, selain melayani juga harus mendapat pelayanan yang baik dan
maksimal (sarana prasarana, pelatihan-pelatihan, jaminan K3K, dll), dan
mendapat dukungan penuh dari banyak pihak (Diknas, Yayasan, orang tua, dll).
Guru harus punya ciri khas, sehingga
menarik minat siswa untuk belajar. Jangan sampai saat KBM secara luring situasi
kelas dan guru tidak menarik, sekarang saat KBM daring/online situasi kelas
online, metode, dan gurunya tambah tidak menarik, sehingga kuota siswa habis
kurang maksimal. Haluuu….ini kelas online, jangan disamakan dengan KBM normal di
kelas.
Guru harus lebih kreatif, lebih berlari,
keluar dari zona nyaman, bahkan harus rela bergadang kurang tidur untuk
menyiapkan materi dan media KBM online agar menarik. Guru jangan loyo dan
ngantuk, harus berani berkorban waktu, bergadang dan lembur bersama sang
dalang.
Bagaimana jadinya jika dalam satu
pertunjukan wayang kulit, sang ”dalang” loyo, lemes, dan ngantuk. Pasti tidak
menarik, dan akan ditinggal pulang para penonton. Demikian juga dengan guru, jika
dalam menyampaikan materi: loyo, lemes, membosankan, kurang kreatif, maka coba
tengok cctv di rumah siswa, atau tanya kepada orang tua, bagaimana sikap dan
respon siswa saat belajar online?
Guru adalah ”dalang” saat ini, maka jangan
kehabisan akal, jangan kehabisan ide, dan cerita. Jangan monoton dalam KBM
online, harus berani beda. Jangan hanya memberi tugas di google classroom,
dengan batasan waktu kepada siswa dalam mengumpulkan tugas (siswa akan mendapat
label: terlambat dalam mengumpulkan tugas karena setting batas waktu),
tanpa mau tahu alasan siswa mengapa sampai terlambat mengumpulkan tugas. Tanpa
memberi penjelasan materi/tatap muka secara online, tanpa adanya
variasi-variasi mengajar online lain yang menarik siswa (rela kuota habis untuk
ikut pelajaran online).
Bekal
Perlengkapan KBM Online:
HP
dan Laptop
Dalam melaksanakan KBM online tahun
pelajaran baru 2020-2021, maka para guru harus lebih intens dalam bercengkrama
dengan dua alat canggih tersebut. Bahkan harus upgrade dengan versi terbaru,
sehingga lebih mendukung pelaksanaan KBM online. Berdasarkan pengalaman
beberapa teman, jika masih memakai HP android masih jadul, maka akan sedikit
kesulitan.
Demikian juga dengan laptop, jika masih
memakai laptop yang versi lama dan jadul, apalagi memorinya penuh, maka akan
sedikit menghambat pelaksanaan KBM online. Sebab berdasarkan pengalaman, HP dan
laptop yang jadul akan sulit untuk mendukung/support jika dijodohkan dengan
berbagai aplikasi untuk KBM online (alias lemot).
Mau tidak mau, para guru harus mau untuk
mengusahakan sendiri dan menyiasati agar memiliki sarana pendukung yang lebih oke.
Misalnya dengan berani untuk mengajukan pinjaman uang, mau bagaimana lagi,
soalnya gaji guru lumayan hampir pas-pasan. Namun, bagi guru yang sudah
tersertifikasi tentunya tunjangan yang diperoleh bisa digunakan untuk mendukung
penyediaan/pembelian sarana tersebut.
Tripood
Alat ini cukup dibutuhkan dalam KBM
online, khususnya untuk membantu guru dalam menempatkan posisi HP androidnya.
Sehingga guru tidak perlu lelah memegang HP. Juga saat membuat video atau
melakukan komunikasi secara online memakai aplikasi zoom, atau google meet,
dll. Harga juga terjangkau, bahkan dengan uang Rp.50.000, kita bisa mendapatkan
barang yang lumayan bagus.
USB
Pen Tablet
Alat ini cukup bagus untuk menunjang guru
dalam melaksanakan KBM online, namun harganya cukup mahal. Alat ini bisa
digunakan sebagai pengganti penggunaan kapur tulis atau spidol white board.
Cara kerjanya cukup diinstal di komputer atau laptop, dan guru bisa menulis
secara virtual yang akan muncul di layar komputer/laptop. Khususnya bagi
guru-guru mata pelajaran matematika dan IPA yang perlu untuk menjelaskan materi
dengan hitung-hitungan dan rumus-rumus.
Headset
Alat ini diperlukan dan cukup membantu
guru untuk berkomunikasi secara virtual dengan para siswa, agar suara kita bisa
lebih jelas didengar siswa dan sebaliknya. Guru juga bisa sedikit terlihat
keren, saat mengajar memakai headset, jadi tidak perlu harus teriak untuk
mengajar. Harga alat ini juga relatif murah, bisa juga memakai headset dari HP.
Aplikasi
KBM Online
Banyak alternatif aplikasi yang bisa
digunakan oleh guru dalam melaksanakan atau membuat media KBM online. Paket
yang bisa penulis bagikan berdasarkan pengalaman saat ini adalah dengan
menggunakan:
Google
Classroom
Aplikasi ini tentunya tidak asing lagi digunakan
oleh para guru, karena mudah untuk digunakan. Guru cukup memiliki akun Gmail,
dan belajar untuk mengoperasikannya. Namun aplikasi ini hanya untuk KBM online
satu arah, guru mengirimkan file materi/tugas, dan siswa meresponnya dengan
mengirimkan jawaban dari tugas yang diberikan.
Google
Meet
Aplikasi ini cukup diminati oleh para guru
untuk menunjang pelaksanaaan KBM online. Hampir sama seperti zoom, namun google
meet tidak dibatasi waktu untuk penggunaannya (kecuali zoom yang berbayar).
Guru cukup memiliki akun Gmail, maka sudah bisa memakainya untuk KBM online
secara virtual dengan para siswa.
Prosesnya operasionalnya jika guru sebagai
host: tinggal masuk ke akun Google Meet – rapat baru – mulai rapat instan –
gabung sekarang – salin info akses (kode Google Meet) – bagikan kode ke group
whatsapp siswa – tunggu respon siswa untuk bergabung – klik tanda terima bagi
para siswa yang akan bergabung.
Aplikasi Google Meet juga bisa digunakan
untuk mempresentasikan materi/media pelajaran (power point, video, dll), dengan
cara klik tanda “presentasikan sekarang”, maka para siswa bisa melihat materi
yang kita berikan, sambil guru bisa menerangkan. Jangan lupa, jika siswa
memakai HP android, maka harus terlebih dulu mengunduh aplikasi Google Meet
dari play store dan menginstalnya. Namun jika memakai laptop/komputer + webcam,
siswa cukup memiliki akun Gmail, maka sudah bisa mengaksesnya.
Power
Point
Power point pasti sudah sangat akrab
dengan para guru, yang perlu menjadi catatan bagimana guru membuat tampilannya
menjadi menarik, dengan poin-poin yang akan disampaikan.
Epic
Pen
Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis,
dan mudah untuk digunakan. Fungsinya hampir sama seperti bolpoint virtual, bisa
untuk menulis, memberi tanda pada tampilan layer komputer atau laptop kita,
sehingga kita bisa menjelaskan atau menyampaikan materi dengan lebih menarik
kepada siswa.
Youtube
Guru bisa membuat akun Youtube melalui
akun gmail. Fungsinya adalah untuk mengupload atau mempublikasikan materi atau
video-video pembelajaran secara online. Sehingga bisa diakses oleh para siswa
dengan mudah, bisa dimana dan kapan saja. Bahkan bisa dilihat sambil
berlama-lama di toilet.
Guru cukup membagikan link video ke sosial
media (FB, ig, WA group, dll), tentunya dengan memenuhi syarat-syarat yang
sudah ditetapkan oleh pihak Youtube saat mengunggah sebuah video. Siapa tahu,
nanti muncul guru yang sekaligus menjadi Youtuber terkenal dan mendapat
penghasilan tambahan dari pihak Youtube, seperti Atta Halilintar, dan Youtuber
terkenal lainnya, kan lumayan.
OBS
Aplikasi ini cukup mudah untuk
dioperasionalkan, dan cukup keren (menurut saya) untuk membuat materi/video
pembelajaran agar lebih menarik, interaktif, dan hidup. Nantinya video yang
dihasilkan bisa diunggah di akun YouTube yang kita miliki.
Langkah-langkahnya
adalah:
Instal
program OBS
Lihat/pelajari petunjuk operasional
program OBS di Youtube.
Contoh:
https://www.youtube.com/watch?v=fVVJEw3DTFU
Jika
sudah terinstal di laptop/komputer + webcam, buka program ini. Buka file materi
pelajaran di power point dan mulai merekam video pembelajaran. Setelah selesai,
buka akun Youtube, unggah file video (biasanya file tersimpan di bagian file
video)
Quiz
Online
Metode quiz online bisa digunakan sebagai
alternatif agar kegiatan KMB online lebih menarik minat siswa. Quiz bisa
ditempatkan di awal atau akhir kegiatan pelajaran. Macam-macam quiz online yang
bisa diakses oleh guru secara gratis, antara lain: kahoot, mentimeter.com, who
want a to be millionare.
Berdasarkan pengalaman penulis, quiz
tersebut bisa dimodifikasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan
materi yang sudah kita ajarkan. Respon siswa pun sangat baik dan antusias dalam
mengikuti quiz online ini.
Sebagai
contoh beberapa modifikasi quiz online yang pernah penulis buat:
1. https://www.mentimeter.com/s/466cf5938f2bfed9c6342842809922dd/768f0c47227e/edit?
2. Tutorial pembuatan quiz mentimeter
bisa diakses di: https://www.youtube.com/watch?v=BWuRZjZyEPs
3. Who
want a to be millionare: http://www.superteachertools.us/millionaire/millionaire.php?gamefile=148460
Ekstrakurikuler
Online
Dalam situasi normal, tentunya tidak
menjadi masalah bagi sekolah dan siswa dalam melaksanakan kegiatan
ekstrakurikuler di sekolah.
Masalah/tantangannya sekarang adalah
bagaimana dalam kondisi KBM online saat ini, siswa dan sekolah tetap bisa
melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler secara online. Mengapa kegiatan ini harus
tetap dilaksanakan?, karena kegiatan inilah yang menarik bagi siswa untuk
mengasah bakat/talenta.
Tantangannya sekarang adalah bagaimana
pihak sekolah bisa tetap melaksanakannya/memfasilitasinya secara online/daring.
Basket, futsal, dan beberapa kegiatan ekstra lain, mungkin tidak bisa
dilaksanakan secara online.
Maka pihak sekolah harus mengkondisikan/membuat
kebijakan tentang beberapa kegiatan ekstra yang bisa dilaksanakan secara online,
antara lain: jurnalistik, komputer, Pramuka (wajib), dll. Kebijakan pemilihan
esktrakurikuler tergantung pada situasi dan kondisi sekolah. Pihak orang tua
dan siswa juga harus ikut memahami, bahwa akibat pandemi Covid-19 ini, mereka
tidak bisa melaksanakan kegiatan ekstra seperti dalam situasi normal.
Pemadaman
Listrik + Wifi Error
Akhirnya, berbagai langkah-langkah
exstraordinary sekolah dan para guru dalam melaksanakan KBM online, dengan
berbagai persiapannya, akan sangat tergantung dengan dua faktor tersebut. Semua
persiapan akan terhambat jika terjadi pemadaman listrik di sekolah atau di
rumah-rumah siswa. Demikian juga jika wifi sedang trouble baik di sekolah dan
di rumah. Jika dua hal itu terjadi, hal apa yang harus dilakukan guru dan
siswa? Silahkan dijawab menurut keyakinan masing-masing.
Selamat
bertugas
“Berkah
Dalem”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar