Minggu, 21 Januari 2024

"BETIK vs mBETIK"

"BETIK vs mBETIK"

Sebuah refleksi, perjalanan dan proses hidup. Pengalaman masa kecil, dan pengalaman perjalanan bersama. 

(Ilustrasi ikan betik & mbetik)

Pengalaman Masa Remaja

        Hari ini cuaca sangat cerah dan mendukung sekali: tidak panas dan tidak mendung. Sangat sayang jika tidak dinikmati, dan jika hanya dilewatkan begitu saja tanpa ada sepenggal kisah-kasih, kenangan, dan sedikit inspirasi. Khususnya pada awal Tahun Ajaran baru 2025 - 2026 ini.

    Maka saya putuskan untuk memulai misi perjalanan ke Barat untuk mencari Kitab Suci, eh....inspirasi, diawal perjalanan Tahun Ajaran ini. Perjalanan melalui lorong waktu, kembali ke sebuah desa. Kembali ke masa kecil dan masa remaja, masa dimana penuh cerita dan perjuangan, untuk mencari dan membekali diri dengan pondasi nilai-nilai kehidupan. 

Senin, 02 Oktober 2023

Batik dan Senyum Manis

 

(Siswa dan Guru Foto Memakai Batik, Sumber: Dokpri)


Batik, karya agung budaya lisan dan tak benda warisan manusia

Aku bangga, olehmu aku semakin mempesona bak swastamita

Terpukau aku, melihat motif senyum-senyum manis berbalut batik

Internasionalpun mengakui, tersenyum dan berbisik


        Keanggunan karya menyatukan keberagaman

        Bersatu mesra bersama adiwarna kesayangan

        Engkau begitu anggun memesona bak asmaraloka

        Ramah menyapa dalam tatap nayanika


Batik, engkau begitu anggun karya meraki

Indah merona menopang derana hati

Sayup senandika menggema memacu rasa

Impian kita tergenapi, oleh untaian doa dan berjuang bersama

Kesaktian karyamu sungguh luar biasa, berbisik dan tersenyum manis



Selamat Hari Batik Nasional

Surabaya, 2 Oktober 2023

By: Mr. aBc


Sabtu, 23 September 2023

Memetik Nilai-Nilai Kehidupan Dari Permainan Futsal

 

SanMik, Iso..Iso.."Juara 1 Lomba Futsal Antar SMP" 

(Sumber: DokPri)

                 SMPK Santo Mikael......"Brave, Discipline & Graceful"

    Adalah Motto sekolah yang senantiasa kami ucapkan pada saat kegiatan apel pagi, sebelum kegiatan KBM dimulai. Motto bagi semua warga sekolah (SMPK Santo Mikael), sebagai sebuah semangat untuk menciptakan budaya organisasi bagi seluruh warga sekolah untuk lebih: "berani, disiplin, dan sopan santun".

    Motto tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat, nilai hidup bagi generasi muda "SanMik", sebutan lain bagi (SMPK Santo Mikael), dan saat hidup di masyarakat nanti.

Minggu, 01 Mei 2022

Filosifi Kaos Oblong (Antara Pesan, Kritik, dan Humor)

 




Ijinkan saya untuk menyampaikan dua hal:

”Selamat Datang Tahun Pelajaran 2023-2024”, kepada semua insan Pendidikan Indonesia.

”Selamat hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2023)”, kepada semua insan pendidikan. Mari serentak bergerak mewujudkan merdeka belajar.

Sabtu, 19 Februari 2022

MENJADI GURU VVIP DALAM KBM & BERBAGAI APLIKASI PENUNJANG PAIKEM

 


Tim Work SMPK Santo Mikael

      Pada masa ini kita hidup di abad 21, suatu masa dimana segala sesuatu serba praktis, serta fasilitas yang modern. Mau makan tinggal pesan dan diantarkan ke rumah, dll. Abad 21 saya umpamakan dengan hal berikut: bila kita menonton film di bioskop, sama-sama 21 (XXI vs 21). Kita tahu bahwa menonton film di bioskop XXI akan lebih nyaman dan memuaskan daripada di bioskop 21. Apalagi jika kita bisa nonton film di studio kelas Premiere, yang lebih nyaman (ruangan lebih nyaman, dilengkapi selimut, kursi penonton yang lebih nyaman, dll), saya tidak bisa bercerita lebih, karena belum pernah nonton film di studio Premiere.....hehe. Bukan maksud saya untuk membedakan, namun mari kita lihat dan kembalikan kepada diri kita sebagai seorang guru. 




    Apakah kita termasuk guru dengan fasilitas yang prima (baik dalam hal media, metode, sarana, dirindukan siswa, suasana kelas PAIKEM). Apakah kita sudah memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada para murid? Bagaimana suasana ruang kelas kita saat KBM? Sebagai guru, apakah kita sudah menjadikan ruang kelas dan diri kita nyaman bagi para siswa untuk belajar dan mencari nilai-nilai tentang kehidupan? Jika sudah, sampai level mana tingkat kenyamanan itu? Apakah hanya level: bioskop 21, atau Cinema XXI, atau sudah sampai level The Premiere?

Senin, 02 Agustus 2021

PIRAMIDA 2 TUMPENG SEDERHANA

 

(Dua buah tumpeng & kelengkapannya)

Sabtu pagi, 17 Juli 2021 (06.19 WIB), tetiba muncul berita di salah satu WAG keluarga. Berita yang ditulis sendiri oleh orang tua kami yang saat ini berada di pulau Andalas (dalam kisah Wiro Sableng), tepatnya di desa Rejo Asri 3, Kecamatan Seputih Raman - Lampung Tengah. Kurang lebih begini isi beritanya:

"Kiranya Tuhan berkenan" pada tanggal 25 Juli 2021 jam 15.00 WIB, umat lingkungan Santo Yusuf  RB 5, saya harap berdoa bersama di rumah Bp. Anton dalam rangka:

  • Bersyukur atas kesembuhan anak dan cucu sekaligus kelahiran (neton) anak saya Yohanes Teguh Triharyanto.
  • Ulang Tahun dan juga hari kelahiran (neton) anak saya pertama Agustinus Ari Budi Cahyanto, kiranya Tuhan memberkati.
Berita dan sapaan Sabtu pagi itu sungguh diluar dugaan. Menjadi berita menggembirakan karena suatu rencana surprise (yang sengaja dibocorkan) dari orang tua kepada ke dua anaknya. Namun juga menjadi berita pagi yang cukup mengkhawatirkan bagi kami, empat bersaudara, yang tinggal terpisah di 4 penjuru mata angin (Sidoarjo, Palembang, Cikarang, Klaten).

Setelah muncul berita tersebut di WAG keluarga, tidak ada tanggapan dan komentar setelahnya, bahkan sampai dua hari kemudian. Bisa kebayangkan bagaimana perasaan yang mengirimkan berita tersebut? He...he...

Eits....jangan salah, masih ada WAG yang satunya. Tentunya lebih heboh lagi aktivitasnya, menanggapi rencana dan surpraise dari orang tua kami. Dari ke empat anak, tentunya bisa dipastikan saya yang paling terakhir memberi komentar. Alih-alih memberi komentar terhadap rencana tersebut. Malahan saya memposting foto sambil bergaya di depan laptop, karena akan segera mengikuti rapat online.

Komentar pertama yang muncul adalah: "Yangkung-Yangti (sebutan mesra), maaf sebelumnya, keadaan masih gawat seperti ini sebaiknya tidak kumpul-kumpul dulu. Sangat berbahaya karena penyebaran corona sangat tinggi. Kami tidak ingin terjadi apa-apa. Karna kita tidak tahu nanti dari siapa tertular virus ini".

Komentar kedua: "Kota Gajah dan Punggur, sudah masuk Zona Merah. Hati-hati Yangkung Yangti klo tidak perlu jangan keluar dulu atau kumpul-kumpul".

Komentar ketiga: "Iya Yangkung-Yangti, ini penyebaran virus Corona lagi gawat-gawatnya. Ujub syukur bisa diwujudkan dalam doa pribadi dulu. Sebaiknya di lingkungan juga distop dulu, jangan diadakan dulu sembahyangan (ibadat sabda/doa lingkungan)".

Komentar keempat: "Karna kita tidak tahu yang ikut sembahyangan habis dari mana, ketemu dengan siapa? Walaupun tidak salaman, bersentuhan tapi jika berkumpul dalam satu ruangan, kemungkinan untuk tertular sangat tinggi".

Komentar kelima: "Nanti yang diundang sembahyangan juga serba salah, mau datang takut karna Corona, tidak datang kok tidak enak". Mengikuti himbauan saja, kalau untuk sementara gereja meniadakan ibadah offline, ke bawah juga sebaiknya begitu. Terima kasih sudah diperhatikan untuk disembahyangkan. Tapi kami akan lebih berterima kasih lagi, kalau Yangkung dan Yangti juga bisa menerima masukkan dari kami anak-anaknya".

Komentar terakhir adalah dari saya: "Semangat pagi, salam sehat untuk kita semua". Disertai dengan lampiran sebuah foto selfie. Sebuah senyuman untuk mencairkan suasana, namun tak kunjung mencair.

(Senyum anak pertama)

Menjelang sore hari, baru suasana auto pilot mencair, disertai dengan balasan dari orang tua di WAG: "bisa, tidak usah khawatir". Disertai dengan emoticon tersenyum sebanyak empat kali. Menjelang malam hari, saya ajak semua keluarga untuk video call melalui WAG tersebut, tujuannya jelas untuk lebih mencairkan suasana, sekaligus saling sapa, sebagai rutinitas satu Minggu sekali.

Sebagai anak yang hendak dirayakan hari ulang tahunnya, bahkan dalam keterbatasan dan kesederhanaan, orang tua masih ingat dan ingin melakukan hal yang spesial, tentunya saya sangat bersyukur dan terharu. Moment langka dan spesial dimana tepat pada hari ulang tahun saya yang ke 39, juga bertepatan dengan "Neton/Weton" (istilah dalam bahasa Jawa), yang berarti sebagai hari lahir saya dalam tradisi Jawa (Minggu Pahing).

Kedua orang tua memang tinggal di Lampung, sebagai perantau. Namun beliau berdua adalah asli dari Jogjakarta, sehingga masih memegang teguh budaya dan tradisi Jawa. Sehingga moment tersebut ingin disyukuri dan diinkulturasikan dengan ajaran agama Katolik, melalui "Sembahyangan" (doa lingkungan/ibadat sabda). Kebetulan, bapak juga dipercaya sebagai Ketua Lingkungan Santo Yusuf.

Perlu diketahui bahwa dengan mengadakan "Sembahyangan", maka harus mempersiapkan beberapa hal, antara lain: tempat, konsumsi, petugas liturgi ibadat, dan beberapa hal lain. Karena akan kedatangan banyak tamu (umat). Tentunya tidak bisa hanya dikerjakan berdua. Sehingga harus meminta bantuan orang lain untuk mempersiapkannya. Namun karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, rencana tersebut dibatalkan.

Minggu sore, 25 Juli 2021, dengan hanya dihadiri 5 orang, doa dan ibadat tetap dilangsungkan. Dengan tetap mematuhi protokol pencegahan: menjaga jarak dan memakai masker. Terlihat begitu besar niat dan ungkapan syukur dari beliau berdua, bisa saya rasakan, meskipun terpisah tempat dan jarak (Lampung - Sidoarjo). Konsumsi juga tetap disiapkan, namun diantar kepada para tetangga sekitar. Sederhana namun penuh doa dan rasa syukur kepada Tuhan.

(Suasana doa & 2 buah tumpeng)

Dalam budaya Jawa, weton adalah perhitungan hari lahir seseorang yang digunakan sebagai patokan untuk menunjuk ramalan tertentu. Cara menghitung weton berdasarkan hari dan pasaran, ada juga yang dihitung berdasarkan bulan tahun kelahiran. Perhitungan weton ini sangat penting bagi orang Jawa, terutama saat akan melaksanakan suatu acara penting seperti pernikahan, pindah rumah, dan lain-lain.

Dalam hitungan jawa, orang yang lahir pada hari Minggu memiliki nilai neptu 5, sementara Pahing memiliki nilai neptu 9. Jadi, Minggu Pahing memiliki nilai neptu 14. Dalam Primbon Jawa dijelaskan bila orang yang lahir pada hari Minggu Pahing memiliki sifat: "lakuning rembulan atau layaknya bulan". Secara garis besar dia memiliki sifat yang mampu mengayomi dan menentramkan orang yang ada di sekitarnya.

Sifat atau karakter Weton Minggu Pahing

Mereka yang lahir Minggu Pahing cenderung lebih pendiam, menyendiri, atau dikenal dengan istilah introver. Mereka akan melakukan hal yang bisa membuatnya senang dan dirasa bermanfaat. Termasuk dalam berbicara, jika tidak dirasa penting lebih memilih untuk diam.

Namun, mereka memiliki sifat seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan rata-rata, mental yang baik, berwibawa, teguh pada pendirian, teliti, dan juga lebih sering menggunakan otak dibandingkan dengan otot. Menurut pengertian tradisional, orang yang lahir pada hari Minggu Pahing diakui memiliki kemampuan yang mengagumkan di bidang apa saja yang digelutinya.

Mereka adalah pribadi-pribadi kuat yang mampu mempertahankan pendapatnya dalam keadaan sulit sekalipun. Tetapi mereka juga berpikiran luas dan cenderung ditanggapi dengan baik dalam lingkungan sosial. Mereka yang memiliki weton Minggu Pahing, dapat benar-benar ahli dalam menyembunyikan (atau memendam) perasaan-perasaan yang tidak enak seperti kemarahan, kesedihan, atau penyesalan.

Makna Nasi Tumpeng

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tumpeng dapat diidentifikasikan sebagai nasi yang dihidangkan dalam bentuk seperti kerucut untuk selamatan. Sajian khas ini dapat kita jumpai dalam berbagai acara perayaan atau selamatan baik di desa-desa maupun di kota-kota besar dalam lingkup pulau Jawa hingga saat ini.

Tumpeng merupakan hidangan dalam tradisi atau upacara selamatan. Maka, boleh dikatakan bahwa tumpeng juga merupakan sajian yang sakral dan memiliki makna spiritual. Kita tahu bahwa tumpeng juga berbentuk mengerucut ke atas, memiliki makna terarah kepada Tuhan sang pencipta. Tumpeng juga memiliki pondasi yang kokoh dan kuat, sehingga jika dipotong tidak akan goyah.

Tumpeng adalah berbentuk gunungan atau kerucut dan penuh akan makna, lebih-lebih makna spiritual. Gunung dalam banyak tradisi dan kepercayaan, termasuk Jawa, sering diidentikkan sebagai tempat yang maha tinggi, tempat penguasa alam bertahta, dan tempat kemuliaan Allah.

 Hubungan antara tumpeng dengan piramida Maslow

Hirarki Kebutuhan Maslow menyatakan bahwa pada dasarnya manusia itu baik dan menunjukkan bahwa individu memiliki dorongan yang tumbuh secara terus menerus yang memiliki potensi besar. Sistem hirarki kebutuhan yang dikembangkan oleh Maslow, merupakan pola yang biasa digunakan untuk menggolongkan motif manusia. 

Sistem hirarki kebutuhan meliputi lima kategori motif yang disusun dari kebutuhan yang paling rendah yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Kelima tingkat kebutuhan manusia ditunjukkan dalam tingkatan kebutuhan berikut (saya tulis mulai dari kebutuhan yang paling atas):
  • Kebutuhan aktualisasi diri (paling atas). Kebutuhan untuk menyadari kemampuan seseorang untuk kelanjutan pengembangan diri dan keinginan untuk menjadi lebih dan mampu untuk menjadi orang.
  • Kebutuhan harga diri. Kebutuhan manusia yang terdiri dari: kebutuhan akan prestasi, kecukupan, kekuasaan, dan kebebasan. Intinya hal ini merupakan kebutuhan untuk kemandirian atau kebebasan.
  • Kebutuhan sosial. Kebutuhan manusia yang terdiri dari: memberi dan menerima cinta, persahabatan, kasih sayang, harta milik, pergaulan, dukungan.
  • Kebutuhan rasa aman. Kebutuhan manusia yang terdiri dari: perlindungan terhadap bahaya, ancaman, dan jaminan keamanan. 
  • Kebutuhan fisiologis (paling bawah/dasar). Kebutuhan hidup manusia yang terdiri dari: makanan, minuman, tempat perlindungan, dll.
(Tumpeng & diagram piramida Maslow, sumber: diolah via PPT)


Menurut pendapat dan hasil refleksi pribadi, dapat saya simpulkan bahwa ada benang merah antara: tumpeng dan piramida Maslow, antara lain:
  • Keduanya memiliki persamaan: harus memiliki dasar atau fondasi yang kuat dan kokoh untuk menopang beban dan kebutuhan selanjutnya. Dasar yang kuat, ibarat sebuah bangunan yang memiliki fondasi yang kokoh, sehingga bisa memberi rasa aman dan nyaman bagi penghuni rumah. Demikian juga diri dan pribadi manusia, harus memiliki dasar dan fondasi hidup yang kuat, sehingga bisa melanjutkan perjalanan hidup selanjutnya.
  • Jika kebutuhan dasar, yang disertai dengan berbagai hiasan dan kelengkapan hidup manusia, bisa tercukupi. Maka kita sudah memiliki dasar yang kuat, untuk bisa mencari dan melanjutkan peziarahan hidup, untuk mencari dan memberikan: rasa aman, hidup sosial, menggapai prestasi dan mimpi.
  • Antara tumpeng dan piramida Maslow mengarah ke atas, dan memiliki akhir. Berarti manusia juga memiliki tujuan dalam hidupnya, berasal dari Tuhan dan harus mengarahkan hidup kepada Tuhan, Sang Pencipta manusia. Sehingga kita bisa menjadi manusia yang utuh, dan mampu untuk "memanusiakan manusia".
Tulisan / artikel ini dibuat, sebagai pengingat, penanda hari istimewa tersebut. Meskipun sudah lewat, namun belum kadaluarsa.
Sebagai ucapan syukur kepada Tuhan, atas berkat dan rahmatNya kepada kami sekeluarga. Sekaligus sebagai ungkapan terima kasih, atas semua perhatian, doa, dan cinta, yang telah kami terima.

Salam Hormat, Salam Sehat
By. Mr. aBc

Sidoarjo, Catatan akhir Juli 2021











Senin, 12 Juli 2021

Final EURO 2021 dan KBM Online Tahun Pelajaran Baru Era New Normal







    Hari Senin 17 Juli 2023, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun pelajaran 2023-2024, resmi dibuka dan dilaksanakan secara serentak di seluruh penjuru tanah air Indonesia. 

    Tahun pelajaran baru, tentu harus disertai dan dilaksanakan dengan semangat yang baru. Khususnya oleh para pelajar dan insan pendidikan di sekolah. Sebab, jika tidak diimbangi dengan spirit yang baru, maka ibarat masakan tanpa garam, tentu akan terasa hambar.  

  Bagi para pencinta sepak bola, pastinya harus melipatgandakan spirit untuk menyambut dan melaksanakan proses KBM online, khususnya hari pertama sekolah. Setelah menikmati hari libur beberapa saat, meskipun tidak bisa kemana-mana karena aturan pelaksanaan PPKM darurat. Secara khusus juga karena tadi malam pasti sedikit bergadang, kurang tidur, bahkan tidak tidur karena menantikan dan menyaksikan laga final EURO 2021. Laga final yang sungguh menyajikan permainan yang luar biasa, mempertemukan dua negara: Inggris dan Italia. Tentunya sudah terjawab dan sepakat bahwa Italia berhasil menjadi jawara EURO 2021. 

https://www.kompasiana.com/arfito/5f1b241ad541df342749d452/guru-ajarlah-murid-muridku

"BETIK vs mBETIK"

"BETIK vs mBETIK" Sebuah refleksi, perjalanan dan proses hidup. Pengalaman masa kecil, dan pengalaman perjalanan bersama.  (Ilustr...