Minggu, 21 Januari 2024

"BETIK vs mBETIK"

"BETIK vs mBETIK"

Sebuah refleksi, perjalanan dan proses hidup. Pengalaman masa kecil, dan pengalaman perjalanan bersama. 

(Ilustrasi ikan betik & mbetik)

Pengalaman Masa Remaja

        Hari ini cuaca sangat cerah dan mendukung sekali: tidak panas dan tidak mendung. Sangat sayang jika tidak dinikmati, dan jika hanya dilewatkan begitu saja tanpa ada sepenggal kisah-kasih, kenangan, dan sedikit inspirasi. Khususnya pada awal Tahun Ajaran baru 2025 - 2026 ini.

    Maka saya putuskan untuk memulai misi perjalanan ke Barat untuk mencari Kitab Suci, eh....inspirasi, diawal perjalanan Tahun Ajaran ini. Perjalanan melalui lorong waktu, kembali ke sebuah desa. Kembali ke masa kecil dan masa remaja, masa dimana penuh cerita dan perjuangan, untuk mencari dan membekali diri dengan pondasi nilai-nilai kehidupan. 

     Setelah menyiapkan joran pancing sederhana dari bambu belakang rumah, kemudian saya mencari sandal jepit. Apa korelasi antara kegiatan memancing dengan sandal jepit? Jelas ada, sebab tidak mungkin kita pergi memancing di sungai atau kolam dengan memakai sepatu pantofel, atau high heels. Namun yang saya maksud dan yang saya cari adalah sandal jepit bekas. Setelah saya potong sesuai ukuran dan bentuk, maka jadilah kimpul/pelampung pancing saya. Sederhana, praktis, dan murah meriah. Joran, kimpul, mata pancing, senar pancing kemudian siap dirakit menjadi sebuah kesatuan, sehingga bisa dan siap untuk digunakan untuk memancing. Maklum waktu itu masa remaja saya dan para sahabat masih serba sederhana, sehingga kondisi tersebut memicu kreatifitas.

(Spot memancing di sungai dekat rumah)

    Selain untuk refreshing, hiburan pengisi liburan. Kegiatan memancing sebenarnya cukup beresiko bagi masa depan kita, sebab jika kita hanya fokus untuk memancing, maka kita tidak akan bisa maju. Ya....jelas tidak bisa maju. Sebab jika kita maju beberapa langkah saja, maka bisa dipastikan kita akan langsung tercebur ke sungai atau kolam. Sebab pada umumnya para pemancing adalah pribadi yang pemberani. Mereka akan berdiri dekat sekali dengan area pemancingan. Para pemancing adalah pribadi yang suka akan tantangan dan resiko.  

Mengenal Ikan Betik 

        Ikan betik berdasarkan pengalaman saya memancing saat remaja dulu, terkenal dengan: kemudahannya untuk dipancing dan memakan umpan, kemampuannya memanjat ke daratan, dan kemampuannya bertahan lama di daratan. Juga terkenal dengan jenis ikan yang cukup sulit untuk dipegang, karena badannya memiliki duri yang tajam. 

        Meskipun ikan betik sangat mudah ditangkap dan dipancing karena sifatnya yang lahap terhadap makanan, menurut saya yang menjadi kekurangannya ketika akan disantap menjadi sajian lauk adalah: kulitnya yang kasar, dan durinya yang banyak. Sehingga agak menghambat dalam proses menikmati sebagai lauk. Waktu itu ikan betik bukan sebagai sasaran utama saat memancing, karena yang biasa kami cari waktu itu adalah ikan: gabus, nila, mujair, tawes. Namun ketika memancing dan karena sambaran-sambaran dasyat dari ikan betik ini, kami pun cukup terhibur.

    Ikan betik (Anabas Testudineus) merupakan jenis ikan yang bisa dikonsumsi, sekaligus juga sebagai jenis ikan hias. Ikan betik masih banyak terdapat dan bisa kita temukan di alam liar. Masyarakat Indonesia mengenal ikan jenis ini dengan berbagai nama, merujuk pada spesies yang sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing. Dalam bahasa Jawa dan Sunda, ikan betik juga dikenal sebagai ikan betok. Sedangkan masyarakat Padang, menyebut ikan ini dinamakan puyu-puyu.    

      Ikan betik adalah air tawar dengan sifat agresif dan kemampuan adaptasi yang tinggi, Oleh sebab itu, ikan ini juga dijuluki sebagai climbing gouramy atau climbing perch.  ikan betik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Ukuran kepala lebih besar dibandingkan dengan badan 
  • Memiliki sisik yang keras 
  • Tergolong ikan kecil 
  • Bagian atas tubuhnya berwarna lebih gelap dibandingkan bagian lainnya 
  • Insang bagian belakang memiliki tutup yang bergerigi, dan tajam
  •         Keunggulan lain dari ikan betik adalah sanggup bertahan hidup saat terjadi kekeringan dan hidup di dalam lumpur. Pada musim kemarau, biasanya ikan betik akan mencari tempat tinggal lain yang masih berair. Kemampuannya bernapas di udara juga membuat ikan betik mampu merayap ke daratan dan berjalan dengan tutup insangnya yang dapat dilebarkan dan berfungsi seperti kaki. Dengan cara inilah ikan ini bertahan hidup untuk mencari sumber air yang baru. Ekosistem bagi ikan betik adalah rawa sawah dan parit. Sungai kecil dengan arus tidak begitu deras juga menjadi tempat tinggal yang cocok bagi ikan betik.  

            Dikutip dari Wikipedia, ikan betik adalah nama untuk seekor ikan yang hidup di air tawar dan payau, dengan bentuk tubuh yang seluruhnya berwarna hitam atau hijau pucat. Ikan dengan nama ilmiah Anabas testudineus ini biasanya hidup di perairan tropis yang tersebar di perairan Asia. Ikan betik bernafas menggunakan insang, namun juga mampu mengambil oksigen di udara secara langsung. Pada bagian kepalanya terdapat bagian labirin yang membuat ikan betik mampu bernapas di udara. 

            Ikan ini juga memiliki nama lain yaitu bethok atau bethik (bahasa Jawa), puyu (bahasa Melayu) atau papuyu (bahasa Banjar), Dumbaya (gorontalo). Karena ikan ini memiliki kemampuan untuk memanjat ke daratan. Sehingga membuat ikan betok bisa hidup di daratan selama 6 hingga 10 jam. Karena kemampuannya tersebut membuat ikan betik bisa memasuki wilayah baru dan memperluas persebaran di luar habitat aslinya, karena memiliki kemampuan hidup di daratan yang cukup lama.  

        Selain dikonsumsi, Ikan betik ternyata juga dibudidayakan sebagai ikan hias, karena warnanya yang bagus dan cerah. Sehingga bisa menghasilkan cuan bagi kita yang berniat menekuni budidaya ikan betik. Ternyata, selain dikenal sebagai ikan yang memiliki: duri, kulit kasar, dll. Ternyata ikan betik juga bisa memberikan kehidupan bagi manusia, baik untuk dikonsumsi maupun untuk budidaya ikan hias. 

    Sifat mBetik

        Jika ikan betik, yang tergolong hewan saja masih memiliki beberapa potensi dan kebaikan yang bisa menjadi daya tarik. Maka manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, pasti lebih banyak memiliki hal baik dan positif. Meskipun juga dikenal istilah sifat mbetik (nakal, sulit diberitahu).  

        Mungkin kita pernah mendengar istilah: nakal, mokong, mbetik yang ditujukan untuk memberi label terhadap kelakuan seorang anak, atau kepada seseorang. Namun, sifat demikian pasti ada sebab musababnya. Tidak akan pernah ada asap jika tidak ada api. Sifat negatif yang muncul dari pribadi seseorang pasti ada penyebabnya.

        Disinilah peranan dan tugas sebagai sebuah tim work, untuk mampu memberikan pendampingan dan bimbingan, agar pribadi yang diberi label mbetik tersebut menjadi lebih baik. Peran dan tugas bersama antara: orang tua, guru, masyarakat untuk memberikan teladan yang baik dan bimbingan, sehingga terwujud pribadi yang memiliki etika dan taat pada norma. Perlu dicari akar masalah, hal apa yang menyebabkan sifat dari seseorang anak menjadi nakal atau mbetik.

    Sistem Among & Keterampilan Abad 21

         Tugas kita bersama untuk menjadi pamong bagi generasi penerus bangsa, untuk mendidik anak dengan penuh kasih sayang. Membangun pribadi manusia agar memiliki kualitas hidup beriman yang baik, merdeka lahir dan batin, berbudi pekerti luhur, cerdas dan memiliki keterampilan abad 21, agar siap tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.

        Generasi penerus bangsa yang memiliki keterampilan hidup abad 21, antara lain mampu untuk:

    1. Berpikir kritis
    2. Mampu berkomunikasi dengan baik
    3. Mampu berkolaborasi
    4. Kreatif

      Sebagai pendidik, tentu punya tanggung jawab besar untuk terlebih dahulu memberikan teladan bagaimana kita harus mampu untuk: berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan memiliki kreatifitas. Sehingga akan lebih mudah bagi kita untuk memberikan motivasi bagi peserta didik. 21st century skills atau kemampuan abad 21 merupakan serangkaian soft skills yang hadir untuk menjawab berbagai tantangan yang ada di abad ini.


    Sidoarjo, 12 September 2025

    Salam Hormat: Ag. Ari Budi Cahyanto 


     

     

     

     

             


     

     

     

     


            



    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    https://www.kompasiana.com/arfito/5f1b241ad541df342749d452/guru-ajarlah-murid-muridku

    "BETIK vs mBETIK"

    "BETIK vs mBETIK" Sebuah refleksi, perjalanan dan proses hidup. Pengalaman masa kecil, dan pengalaman perjalanan bersama.  (Ilustr...