Ijinkan
saya untuk menyampaikan dua hal:
”Selamat Datang Tahun Pelajaran 2023-2024”,
kepada semua insan Pendidikan Indonesia.
”Selamat hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2023)”, kepada semua insan pendidikan. Mari serentak bergerak mewujudkan merdeka belajar.
Libur tlah usai.....Ayo sekolah.
Biar mudik bisa asik, maka segala hal harus dipersiapkan dengan baik. Termasuk salah satunya adalah memakai pakaian yang nyaman selama perjalanan. Nah…, saya lebih suka memakai kaos oblong untuk digunakan selama perjalanan jauh. Keuntungan memakai kaos oblong selama perjalanan adalah:
- Kain bahan kaos lebih mudah menyerap keringat
- Nyaman untuk digunakan
-
Simbol kesederhanaan
Sebagai identitas
Kaos oblong saya katakan sebagai identitas
tentu ada maksudnya. Sebab hanya dengan memakai kaos oblong, kita dapat
menunjukkan siapa dan darimana kita berasal. Lebih jauh lagi, melalui
perantaraan kaos oblong kita bisa berekspresi, tampil santai namun tetap keren,
sekaligus menyampaikan pesan, kritik, atau humor kepada orang lain.
Kaos oblong sebagai sebuah identitas
seseorang, berkaitan dengan asal daerah si pemakai kaos oblong tersebut.
Memakai kaos oblong merek ”Dagadu”, hampir bisa dipastikan bahwa orang tersebut
berasal dari daerah Jogjakarta (Jawa Tengah), atau mungkin hanya sebatas fans
berat. Memakai kaos oblong merek ”Cak Cuk”, hampir bisa dipastikan bahwa si
pemakai berasal dari Surabaya (Jawa Timur), atau mungkin hanya sebatas ingin
tampil trendi. Tentu masih banyak merek kaos oblong lain yang identik dengan
suatu daerah.
” 
Kaos Dagadu Djokdja
Dagadu”, kaos khas Jogjakarta
Bicara tentang kota Jogjakarta, tentu kita
ingat akan sebuah lagu legendaris yang dinyanyikan oleh Kla Project:
Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam
rindu
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku
bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgia, saat kita
sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja
Siapa yang tak kenal dengan kota
Jogjakarta, kota pelajar yang juga identik dengan oleh-oleh kaos oblong ”Dagadu”.
Dagadu berasal dari bahasa walikan di Jogja, sebab saat itu istilah Dagadu sangat
familiar bagi kalangan anak muda. Identik dengan sebuah simbol lingkaran elips
yang membentuk ikon sebuah mata. Dagadu dalam bahasa walikan (slank) anak muda
Jogjakarta berarti ”matamu”.
Dagadu Djokdja digambarkan dengan simbol
sebuah mata, menggambarkan pandangan yang selalu berusaha mengutamakan nilai
kreativitas sebagai aspek utama dalam hidup. Dagadu Djokdja sebagai kaos oblong
dengan pendekatan budaya, sehingga berhasil mengangkat ikon-ikon visual kota Jogjakarta.
Ciri khas dari kaos ini adalah: selalu
menampilkan hal-hal yang bersifat keseharian, menekankan sebuah kesederhanaan, menampilkan
kembali hal-hal yang biasa dan bahkan sudah terlupakan. Dikatakan bahwa
penciptaan desain untuk produk Dagadu, muncul dan berkembang sebagai hasil dari
usaha bersama (tim work).
Secara visual, kaos Dagadu Djokdja konsisten
menampilkan beberapa unsur (budaya lokal, humor, dan plesetan) yang dikemas penuh
dengan kreativitas. Sehingga menarik untuk dilihat dan digunakan. Sebab kaos
oblong Dagadu Djokdja dirancang, dibuat, dan di promosikan dengan tampilan
desain poster (untuk menyampaikan pesan moral), dengan bahasa yang sederhana,
benar, dan menarik. Tema yang diambil adalah ”Everything about Djokdja”,
sebuah misi untuk mengangkat dan mempromosikan bahasa, kultur kehidupan,
budaya, seni, dan semua hal tentang Jogjakarta dalam setiap karya yang dihasilkan.
Dengan gambar dan tulisan yang terdapat
pada kaos Dagadu, tersirat pesan dan nilai-nilai hidup yang ingin disampaikan.
Sebagai sebuah pesan, kritik, dan humor yang positif dan membangun (As Yo Wis,
Marai Boros, Alon-alon waton on time, dll).
Belajar nilai kehidupan dari kaos Dagadu Djokdja: menjadi pribadi yang kreatif, mencintai budaya, dan bekerja sama sebagai sebuah tim.
”
| Kaos Cak Cuk Surabaya |
| Kaos Cak Cuk Surabaya |
Cak
Cuk”, kaos khas Surabaya
Dari Jogjakarta, mari kita ke Surabaya. Kaos
oblong Cak Cuk memiliki keunikan tersendiri dalam desainnya, dibalut dengan
humor khas bahasa Suroboyoan. Surabaya sebagai salah satu kota besar di
Indonesia juga tidak mau kalah dengan kota-kota lain, yang juga mempunyai ikon
produk kaos lokal.
Cak Cuk adalah merek resmi untuk kaos
oblong seputar kota Surabaya. Bukan dimaksudkan untuk hal yang tidak sopan,
namun lebih mengarah pada sebuah pesan moral atau kritik sosial masyarakat.
Sehingga menjadi sarana yang unik dan khas untuk mempromosikan kota Surabaya.
Cak Cuk berasal dari dua kata: Cak adalah
sebutan untuk pria dewasa, dalam bahasa Suroboyoan berarti mas atau bang.
Sedangkan Cuk merupakan bahasa atau istilah umpatan dalam bahasa sehari-hari
Suroboyoan. Namun supaya lebih bermakna positif istilah Cuk saya artikan dengan
(Cakap – Ulet – Kreatif).
Surabaya terkenal dengan budaya hidup masyarakat
yang ceplas ceplos, apa adanya dalam berbicara. Budaya ini mungkin hal ini
dianggap bahasa yang kasar. Pemilihan kata-kata sebagai ciri khas kalimat yang to
the point, sebagai sebuah gambaran budaya hidup masyarakat kota Surabaya. Kaos
Cak Cuk memiliki perpaduan antara kata-kata dan gambar yang menarik, sebagai
sebuah sarana komunikasi sosial.
Desain yang terdapat dalam kaos Cak Cuk
Surabaya, seringkali mengangkat tema: ikon tempat, tokoh terkenal, dan fenomena
sosial yang ada di kota Surabaya. Kemudian menyampaikan pesan moral atau kritik
bagi masyarakat, yang dikemas dengan bahasa humoris.
Belajar nilai kehidupan dari kaos Cak Cuk,
pertama: menjadi pribadi yang apa adanya, tidak direkayasa (bertopeng). Kedua, menjadi
pribadi yang tidak bertele-tele (mbulet).
| Kaos Joger Bali |
| Kaos Joger Bali |
” Joger”,
kaos oblong khas pulau Dewata
Kaos Joger Bali adalah salah satu
oleh-oleh khas pulau Dewata. Kaos Joger identik dengan kalimat yang unik dan
menarik. Ternyata, dibalik nama Joger terdapat kisah yang seru untuk disimak.
Nama Joger adalah gabungan huruf dari nama depan pemilik usaha (Joseph
Theodorus Wulianadi), dengan nama depan sahabatnya (Gerhard Seeger). Ide
tersebut muncul karena Joseph teringat akan budi baik dari Gerhard, sahabatnya
semasa sekolah.
Ciri khas kaos Joger adalah hanya dapat dibeli di toko resmi Joger di Bali. Tujuannya adalah mendorong wisatawan untuk berkunjung ke pulau Bali, sehingga banyak pihak yang ikut terbantu berkat kunjungan wisatawan tersebut. Belajar nilai kehidupan dari kaos Joger adalah: setia kawan, ingat kepada sahabat, tidak egois, berani tampil beda, dan mau membantu sesama yang membutuhkan.
Filosifi Kaos Oblong (Antara Pesan, Kritik, dan Humor)
Ternyata, dengan melihat dari tiga kaos
yang menjadi ciri khas dari tiga kota di Indonesia, terlihat adanya pesan dan
nilai-nilai kehidupan yang ingin disampaikan sebagai sebuah motivasi bagi si
pemakai kaos, maupun orang yang melihat dan membaca pesan di kaos tersebut.
Sehingga memang benar adanya bahwa terdapat sebuah filosifi hidup dibalik
tulisan dan gambar yang terdapat pada kaos yang kita gunakan.
Kaos yang kita pilih dan pakai (bersama
dengan gambar dan tulisan) yang menyertainya, menunjukkan kepribadian dari orang
itu sendiri. Pesan apa yang ingin kita sampaikan, kritik apa yang ingin kita utarakan,
dan humor apa yang hendak kita sajikan.
Maka, jika kita ingin memberikan oleh-oleh
sebuah kaos kepada seseorang, juga harus memperhatikan pribadi dari orang yang
akan kita beri kaos. Apakah kaos tersebut cocok, dan sesuai ukurannya untuk
mereka gunakan. Jangan sampai mubazir, dan tidak bisa dipakai (kekecilan atau
kebesaran). Kaos juga tidak digunakan sebagai unsur atau sarana untuk
berpolitik, mencari keuntungan pribadi. Namun sekali lagi bahwa melalui kaos,
kita ingin mengungkapkan identitas diri, siapa kita sebenarnya.
Tentu masih ada lagi kaos yang menjadi
ciri khas daerah lain, sahabat bisa menambahkan informasinya di kolom komentar. Syukur bila ada yang mau memberikan gratis sebagai oleh-oleh...hehe.
Salam Hormat
By: Mr. aBc (Juli 2023)
(Ukuran kaos: L)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar